Rabu, 10 Desember 2014

Makalah Menegemen


      I.            PENDAHULUAN
Indonesia merupakan sebuah Negara yang mayoritas penduduknya memeluk Agama Islam. Bahkan jumlah umat Islam di Indonesia merupakan yang terbanyak diantara negara-negara di dunia sekarang ini. Dalam konteks politik, Indonesia mengalami kesulitan yang cukup serius dalam membangun hubungan politik antar Agama (Islam) dengan Negara. Hal ini juga terjadi di negara-negara lain yang mayoritas penduduknya agama Islam, seperti Maroko, Aljazair, Libia, Pakistan, dan Turki. Hubungan politik antara Islam dan Negara di negara-negara tersebut ditandai oleh ketegangan-ketegangan yang tajam, jika bukan permusuhan (Bahtiar Effendy, 1998:2).
Secara umum kesulitan hubungan tersebut dapat di lihat dalam dua perdebatan pokok. Pertama, kelompok yang menghendaki adanya kaitan formal antara Islam da nnegara baik dalam bentuk negara Islam, Islam sebagai agama negara, atau negara yang memberlakukan ajaran Islam. Kedua, kelompok yang menentang kaitan antara Islam dan negara dalam bentuk apapun. Konstruksi paradigma keagamaan yang berbeda tersebut dapat membentuk sistem aplikasi dalam konteks politik yang berbeda pula.

   II.            RUMUSAN MASALAH
A.    Apa Problematika Dakwah dalam Politik?
B.     Bagaimana Cara Menyelesaikan Problematika Dakwah dalam Politik?
III.            PEMBAHASAN
A.    Pengertian Problemtika
Definisi problema/problematika adalah suatu kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang diharapkan dapat menyelesaikan atau dapat diperlukan atau dengan kata lain dapat mengurangi kesenjangan itu. Jadi, problema adalah berbagai persoalan-persoalan sulit yang dihadapi dalam proses pemberdayaan, baik yang datang dari individu Tuan Guru (faktor eksternal) maupun dalam upaya pemberdayaan masyarakat Islami secara langsung dalam masyarakat.[1]
Problem dakwah itu terbagi ke dalam dua faktor intern dan faktor ekstren :
faktor intern cukup banyak, diantaranya :
a.       Banyaknya paham atau aliran yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.
b.      Pengaruh adat istiadat yang sudah mendarah daging.
c.       Tingkat pengetahuan jama’ah yang tidak sama dalam suatu forum pengajian atau manjelis taklim.
d.      Banyaknya orang-orang munafik yang berselimutkan Islam. Bicaranya Islam, membicarakan perjuangan tapi hati dan tingkahlakunya tidak berbeda dengan orang kafir, kalau tidak dikatakan lebih jelek lagi.[2]
faktor ekstern hal ini mencakup diantaranya :
a.       Pengaruh budaya asing baik itu melalui film, video, maupun dengan perantara orang asing itu sendiri yang datang sebagai turis.
b.      Pengaruh Ideologi yang menjurus kepada mendiskreditkan Islam.
c.       Aparat atau penegak hukum yang sudah terlanjur alergi terhadap Islam.
d.      Peraturan dan undang-undang yang kurang mendukung terhadap kegiatan dakwah.[3]
B.     Problematika Dakwah dalam Politik
1.      Musyawarah dan Lembaga Permusyawaratan
Musyawarah adalah pembahasan bersama dengan maksud untuk mencapai suatu keputusan sebagai penyelesaian dari suatu masalah (Mohammad Koesnoe,1971:55). Tujuan Musyawarah tidaklah mencapai suatu kemenangan suatu golongan terhadap golongan lainnya, akan tetapi merupakan suatu jalan untuk mencapai kesepakatan bersama dalam mengatasiatau memecahkan suatu masalah yang menyangkut kepentingam bersama
Prinsip musyawarah ini di Negara Republik Indonesia diterapkan pula pada tingkat Nasional yaitu melalui lembaga-lembaga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Aplikasi dari prinsip ini berdasarkan UUD-45 khusus dalam pembukaannya dirumuskan dalam Pancasila yaitu pada sila keempat yang berbunyi : “Kerakyatan yang dipimpin olleh hikmat kebjaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan” (Badan Penataran P-4, 1981:11).
Sila keempqat dari Pancasila tersebut merupakan ajaran suatu pencerminan dari kebiasaan bermusyawarah menurut ajaran Islam, tumbuh dan berkembang sejak dahulu di dalam masyarakat Indonesia di pelosok tanah air. Prinsip dasar yang digunakan oleh MPR da dalam melaksanakan tugasnya itu adalah musyawarah. Pembahasan mengenai suatu masalah diforum MPR menuju pada titik-titik pertemuan dan sedapat mungkin perbedaan-perbedaan diolah menjadi suatu kesamaan pendapat yang menuju pada suatu kebulatan pendapat secara keseluruhan.[4]
Dari uraian di atas bahwa dalam kenyataannya, sebagian besar di Indonesia dalam memusyawarahkan sesuatu tidak untuk mencapai keputusan bersama tetapi untuk kemenangan suatu golongan tertentu, dan pendapat-pendapat dari golongan atau seseorang sering kali diabaikan. Dalam forum MPR dan DPR di pemerintahan ketika memusyawarahkan sesuatu sering kali terjadi perdepatan yang sangat hebat antara para DPR dan MPR, yang menyebabkan kerisuhan didalam forum tersebut. Para DPR hanya memihak dengan sesama partainya, masing-masing mereka membenarkan bahwa pendapat dari partainya lah yang paling benar. Pemungutan suara seringkali menjadi alternatif utama untuk mengambil keputusan dalam musyawarah yang menjadikan kemenangan suatu golongan mayoritas terhadapap golongan minoritas.
Adanya saling tidak menghargai pendapat golongan atau seseorang karena ketidaktahuan mereka tentang prinsip dasar musyawarah yang bersifat luwes yang berhubungan dengan suatu metode yang dikenal dalam hukum Islam yaitu dengan nama al-masalil al-mursalah yang diintrodusir oleh Imam Malik (S. Mahmassani, 1961:26 dan Maloolni H. Kerr, 1966 :80-86). Dan telah digariskan pula di dalam Al-Qur’an bahwa musyawarah adalah salah satu prinsip dasar di dalam ketatanegaraan Islam yang harus diwujudkan di dalam praktek kehidupan ber negara.
2.      Amanah dan Pertanggung Jawaban para Politik
Betapa pentingnya makna kekuasaan itu dapat dibaca dalam hadits Nabi yang menyatakan bahwa dosa yang terbesar yang akan diterima oleh penguasa adalah dosa penguasa yang tidak adil dan pahala yang terbesar yang akan diterima oleh penguasa adalah penguasa yang adil. Dengan demikian keadilan yang merupakan salah satu prinsip dasar konstitusional di dalam Islam merupakan tolak ukur, apakan amanah tersebut sudah dilaksanakan secara baik sesuai dengan keinginan dan kehendak Allah yang menitipkan kekuasaan itu kepada orang yang dikehendaki-Nya atau tidak. Sehubungan dengan itu di dalam ajaran Islam substansi kekuasaan tidak hanya mencangkup wewenang atau kewajiban saja, akan tetapi juga meliputi pertanggung jawaban.
Ajaran Islam telah meletakan lebih dahulu kewajiban-kewajiban kepada penguasa dan baru setelah itu wewenang serta hak-hak penguasa. Kalaupun ada pertanggung jawaban dari penguasa, pertanggung jawaban itu terbatas pada lembaga formal saja, misalnya Parlemen atau Senat. Disinilah letak karakteristik kekuasaan amanah ia juga merupakan pertanggung jawaban. Seharusnya mereka dalam menjalankan kekuasaan harus berpedoman kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasul (Muhammad Asad,1964:44),[5] agar para politik bisa menjalankan kekuasaannya dengan baik.
Dari penjelasan diatas dapat dianalisis bahwa kenyataannya para penguasa dalam politik banyak yang menyalah gunakan pertanggung jawabannya dan kekuasaannya untuk kepentingannnya sendiri. Bantuan dana yang seharusnya untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi malah digunakan oleh para pejabat politik untuk kepentingannya sendiri. Uang yang seharusnya untuk memperbaiki gedung-gedung sekolah yang rusak, perbaikan jalan di desa-desa terpencil, dan bantuan rakyak-rakyat miskin tidak sesuai dengan yang diberikan oleh pemerintah. Amanah yang diberikan dari pemerintah kapada para anggota politik tersebut tidak dipertanggung jawabkan dan dilaksanakan dengan baik.
Seharusnya para anggota politik tidak boleh dengan semena-mena menggunakan kekuasaannya dan seharusnya kekuasaan juga berfungsi sebagai alat untuk menegakan hukum-hukum Allah, sebagaimana yang telah digariskan di dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, meniadakan jurang antara golongan yang kaya dengan golongan yang miskin. Tapi kenyataannya orang yang bersalah dengan mudahnya lolos dari jeratan hukum karena bisa ditebus dengan uang. Para anggota politik atau para pejabat yang seperti itulah yang kurang mendalami prinsip-prinsip dasar kekuasaan atau pertanggung jawaban yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul. Kejadian seperti inilah yang menjadikan rakyat Indonesia semakin miskin.
3.      Ulama dan Politik di Indonesia
Tidak jarang para ulama diminta ikut serta dalam sebuah kampanye untuk menyukseskan sebuah program pemerintahan, misalnya program Keluarga Berencana. Situasi ini sangat menyulitkan karena banyak ulama, walaupun resminya mendukung gagasan kontrasepsi secara pribadi masih punya beberapa keberatan. Upaya-upaya pemerintahan melibatkan ulama dalam program KB dan program lainnya untuk memperoleh legitimasi keagamaan sering menyebabkan ulama merasa kegelisahan moral meskipun perasaan itu tentu saja terkurangi dengan adanya berbagai kompetensi. walaupun tidak diminta mengatakan atau melakukan sesuatu yang berlawanan dengan keyakinanmoralnya, para ulama kadang tetap merasa tidak enak jika berhubungan dengan pemerintahan.
Ada beberapa ulama yang merasa telah dapat mengatasi dilema yang inheren dalam hubungan ulama-ulama secara memuaskan. Banyak pula ulama yang merasa bahwa ada banyak hal berjalan tidak sesuai dengan mestinya, misalnya korupsi, kemiskinan, pakaian perempuan, pengaruh gereja, perjudian atau tidak adanya demokrasi dalam kehidupan politik dan ekonomi.[6] Kejadian yang seperti inilah yang membuat para masyarakat merasa kecewa terhadap para ulama karena melanggar moralitas.
C.    Penyelesaian Problematika Dakwah dalam Politik
Jika kemudian kita lakukan penelusuran dakwah Rasulullah SAW, seperti yang pernah dinyatakan Imam malik, bahwa “Tidak akan selamat dan berhasil perjuangan suatu umat kecuali dengan menempuh jalan-jalan yang telah terbukti keberhasilannya, sebagaimana yang telah ditempuh ummat sebelumnya (yang dipimpin oleh Rasulullah SAW)”. Maka secara sadar diperlukan penyegaran sistem dakwah, yang salah satunya itu adalah demokratisasi dakwah, karena mencakup
1.      Menitik beratkan pada gerakan moral.
2.      Menekankan pada gerakan intelektual dan ilmu pengetahuan, yang bertujuan mencedaskan kehidupan bangsa dalam meningkatkan kualitas bangsa.
3.      Sebagai gerakan sosial untuk membangun kehidupan yang sejuk, anggun, harmonis dan damai.
4.      Sebagai gerakan ekonomi-bisnis untuk membangun kehidupan ekonomi yang sejahtera melalui peningkatan etos kerja yang kuat, peningkatan wawasan ekonomi dan mempunyai keterampilan manajemen Islam.
5.      Sebagai gerakan pembinaan bangsa, dengan mempunyai semangat kebangsaan yang tidak diragukan (sikap kenegarawanan).
6.      Sebagai pembinaan kesadaran beragama yang merupakan landasan etika sekaligus pedoman hidup bermasyarakat.
Dakwah dan politik pemecahan masalah dalam pengembangan masyarakat diharapkan menghasilakn tiga kondisi, yaitu pertama, Tumbuhnya kepercayaan dan kemandirian umat serta masyarakat sehingga berkembang sikap optimis, kedua Tumbuhnya kepercayaan terhadap aktifitas dakwah guna mencapai tujuan hidup yang lehih ideal, ketiga berkembangnya suatu kondisi sosio-ekonomi, budaya, politik serta iptek sebagai landasan peningkatan kualitas hidup.
Ini berarti bahwa dakwah dan politk sebagai pemecahan masalah merupakan demokratisasi yang dapat memberikan konstribusi positif pada pengembangan kualias hidup sebagai bagian pemberdayaan menyelesaikan berbagai persoalan hidup manusia. Sangatlah beralasan kerja dinamis, dalam mengambil prakarsa secara mandiri dan kreatif sebagai langkah strategis yang diarahkan untuk memberdayakan umat dan masyarakat bagi kepentingan kemanusiaan dan bangsa. Disamping itu sejalan dengan berbagai persoalan kehidupan masyarakat di atas, perlu terus dikembangkan kesamaan cara pandang dan visi, agar pengembangan dakwah pemecahan masalah (dekokratisasi) dapat dipahami sebagai pelayanan kemanusiaan, sesuai fungsinya dalam kehidupan bermasyarakat.
Semangat intelektual dan kemanusiaan harus terus dilakukan, sehingga penyegaran tersebut di atas, meliputi
1.      Pengkajian sumber asli Islam dengan menguasai ilmu alat, berupa bahasa dan alat bantu metodologi ijtihad dan ilmiah.
2.      Pengembangan semangat kemanusiaan dengan penelitian mengenai kecenderungan masyarakat dan berbagai masalah akibat pembangunan.
3.      Latihan kerja dan bimbingan rohani bagi lapisan masyarakat bawah.
4.      Kaderisasi serta peningkatan kualitas ekonomi para mubaligh.
5.      Peningkatan kualitas wawasan.
Pengelolaan pengembangan masyarakat dapat dilakukan dengan adanya peningkatan kemampuan kerja, yang tentunya dimiliki oleh seorang juru dakwah, yakni: Pertama, Kemampuan memahami sumber-sumber Islam. Kedua, kemampuan memahami kondisi sosial, budaya, ekonomi, politik umat dan masyarakat. Ketiga, kemampuan mencermati perkembangan ilmu pengetahuan, dan teknologi. Dan, Keempat, perkembangan politik serta kemampuan mengelola sumber belajar dan potensi umat atau masyarakat.[7]
Jika melihat secara seksama maksud-maksud dakwah dan politik yang secara hakiki memiliki visi dan tujuan yang mengedepankan akan kenyamanan menikmati hidup dan kehidupan, sehingga namanya kebenaran dan keadilan segala berada digaris depan, maka mau tidak mau, yang harus diperhatikan tidak lain yaitu, Pertama, memunculkan kesadaran terhadap tanggungjawab dakwah dan politik, Kedua, memiliki kemampuan menggerakkan elit strategis, Ketiga, memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai mengenai berbagai kegiatan ekonomi setidaknya mampu menggerakan orang yang memiliki kemampuan demikian, Keempat, dapat dipercaya oleh masyarakat, Kelima, memiliki network planning dan mitra kerja yang luas, Keenam, memiliki daya kreatif terus mencari jalan bagaimana metode pendekatan, Ketujuh,, memiliki kepercayaan teguh bahwa Allah senantiasa memperhatikan tindakannya dan, kedelapan, secara ekonomis terlepas dari kemiskinan.
Kemudian pengembangan masyarakat melalui dakwah dan politik diperlukan penyediaan dana. Kalau kita telaah keberhasilan perjuangan dakwah Rasulullah SAW, tidak lepas dari penyediaan dana dakwah dan politik, dimana kehidupan para sahabat-sahabat beliau, seperti Abdurrahman bin Auf, Usman bin Affan, Umar bin Khaththab, Ali bin Abi Thalib, Siti Khadijah, dan lain sebagainya. Mereka tergolong mempunyai kehidupan yang mapan dan kaya, akan tetapi kekayaan yang dimiliki mereka dipergunakan untuk mengembangkan dakwah dan politik di dalam pengembangan masyarakat, sementara hidup mereka sangat sederhana.
Pada konteks dewasa ini, sudah saatnya bagi mereka yang mempunayi kelebihan dana diharapkan dapat menyisipkan sebagian hartanya untuk kepentingan dakwah dan politik dalam pengembangan masyarakat, sehingga apa yang dicitakan dapat terwujud secara nyata, yakni negeri yang makmur, adil dan sentosa yang diridhai Allah SWT.
IV.            KESIMPULAN
Problema adalah berbagai persoalan-persoalan sulit yang dihadapi dalam proses pemberdayaan, baik yang datang dari individu Tuan Guru (faktor eksternal) maupun dalam upaya pemberdayaan masyarakat Islami secara langsung dalam masyarakat.
Problematika Dakwah dalam Politik
1.      Musyawarah dan Lembaga Permusyawaratan
Musyawarah adalah pembahasan bersama dengan maksud untuk mencapai suatu keputusan sebagai penyelesaian dari suatu masalah (Mohammad Koesnoe,1971:55).
2.      Amanah dan Pertanggung Jawaban para Politik
Betapa pentingnya makna kekuasaan itu dapat dibaca dalam hadits Nabi yang menyatakan bahwa dosa yang terbesar yang akan diterima oleh penguasa adalah dosa penguasa yang tidak adil dan pahala yang terbesar yang akan diterima oleh penguasa adalah penguasa yang adil.
3.      Ulama dan Politik di Indonesia
Tidak jarang para ulama diminta ikut serta dalam sebuah kampanye untuk menyukseskan sebuah program pemerintahan, misalnya program Keluarga Berencana.

   V.            PENUTUP
Demikian makalah yang dapat saya buat, apabila ada kesalahan dalam pengetikan maupun dalam penyampaiannya. Saya mohon maaf, kritik dan sarannya saya butuhkan untuk memperbaiki dalam makalah saya selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat untuk kita semua. Amin

DAFTAR PUSTAKA
Ali Daud , dkk, Islam untuk Disiplin Ilmu Hukum, Sosial dan Politik, Jakarta PT Bulan Bintang, 1989
Bruinessen Martin, Rakyat Kecil, Islam dan Politik, Yogyakarta:Yayasan Bentang Budaya, 1998
Slamet, Prinsip-prinsip Metodologi Dakwah, Jakarta : Usaha Nasional, 1994
Syukir, Dasar-dasarStrategi Dakwah Islami, Surabaya : Al-Ikhlas, 1983
http://rifqi87.blogspot.com/2007/06/makalah-tentang-problematika-dakwah.html



[1] Syukir, Dasar-dasarStrategi Dakwah Islami, Surabaya : Al-Ikhlas, 1983, hal 65

[2] Slamet, Prinsip-prinsip Metodologi Dakwah, Jakarta : Usaha Nasional, 1994, hal 78
[3] Slamet, Prinsip-prinsip Metodologi Dakwah, Jakarta : Usaha Nasional, 1994, hal 80
[4] Daud Ali, dkk, Islam untuk Disiplin Ilmu Hukum, Sosial dan Politik, Jakarta:PT Bulan Bintang, 1989, hal 93-100
[5] Daud Ali, dkk, Islam untuk Disiplin Ilmu Hukum, Sosial dan Politik, Jakarta PT Bulan Bintang, 1989,hal116-118
[6] Martin Bruinessen, Rakyat Kecil, Islam dan Politik, Yogyakarta:Yayasan Bentang Budaya, 1998, hal165-168,200

Selasa, 09 Desember 2014

Makalah TKI


PENGENALAN APLIKASI KOMPUTER
Makalah
Disusun Guna Memenuhi
Tugas Mata Kuliah : Teknologi, Komunikasi dan Informasi
Dosen Pengampu : Bp. M. Chodzirin, M.Kom
Description: C:\Users\acer\Documents\Pictures\Downloads\images.jpg
Disusun oleh:
Nurul Hidayah                        (131111117)
Ririn Dwi Ariyani                   (131111138)
Zulfatun Ni’mah                     (131111122)

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2014
PENGENALAN APLIKASI KOMPUTER
I.         PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi yang begitu pesat menyebabkan institusi pendidikan juga menyambut seruan negara dengan penggunaan komputer di semua pusat pengajian bermula di tingkat rendah hingga ke tingkat yang lebih tinggi.Namun yang lebih penting ialah kefahaman tentang bagaimana untuk menggunakan teknologi tersebut dengan lebih efektif dan efisien serta dapat membina dan mengeluarkan ide-ide baru dalam menghasilkan dan mempersembahkan bahan pembelajaran yang membolehkan pelajar-pelajar dimotivasikan untuk menjelajah isi pembelajaran dan seterusnya memperkayakan proses pembelajaran.

II.      RUMUSAN MASALAH
A.       Pengenalan Aplikasi Komputer dalam Bidang Pengembangan Media Audio
B.       Pengenalan Aplikasi Komputer dalam Bidang Pengembangan Media Grafis
C.       Pengenalan Aplikasi Komputer dalam Bidang Pengembangan Media Video
D.       Pengenalan Aplikasi Komputer dalam Bidang Pengembangan Komputer Pembelajaran Dakwah
E.        Pengenalan Aplikasi Komputer dalam Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi

III.   PEMBAHASAN
A.       Pengenalan Aplikasi Komputer dalam Bidang Pengembangan Media Audio
Dalam kehidupan sehari-hari komunikasi yang bersifat auditif sangat mendominasi kehidupan manusia. Media audio merupakan suatu bahan atau media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (pita suara) yang isi pesannya hanya diterima melalui indera pendengaran saja, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, dan perhatian. Pengembangan media audio sama halnya dengan pengembangan media lainnya , yang secara garis besar meliputi kegiatan perencanaan, produksi dan evaluasi. Perencanaan meliputi kegiatan-kegiatan penentuan tujuan, menganalisis keadaan sasaran, penentuan materi, format yang akan dipergunakan dan penulisan skrip. Produksi merupakan kegiatan perekaman bahan, sehingga seluruh progam yang telah di rencanakan dapat di rekam dalam pita suara. Sedangkan evaluasi dimaksudkan sebagai kegiatan untuk menilai progam, apakah progam tersebut dapat di pakai atau perlu di revisi (disempurnakan) lagi.[1]
Dari segi sifatnya yang auditif, media audio ini memiliki beberapa kelemahan, di antaranya:
a.    Memerlukan suatu pemusatan pengertian, pada suatu pengalaman yang tetap dan tertentu, sehingga pengertiannya harus dapat didapat dengan cara belajar yang khusus.
b.    Media audio yang menampilkan simbol digit dan analog dalam bentuk auditif adalah abstrak sehingga pada hal-hal tertentu memerlukan bantuan pengalaman visual
c.    Karena abstrak, tingkatan pengertiannya hanya bisa dikontrol melalui tingkatan penguasaan perbendaharaan kata-kata atau bahasa serta susunan kalimat.
d.   Media ini hanya akan mampu melayanisecara baik bagi mereka yang sudah mempunyai kemampuan dalam berfikir abstrak.
e.    Penampilan melalui ungkapan perasaan atau simbol analog lainnya dalam bentuk suara harus disertai dengan perbendaharaan analog tersebut pada si penerima. Bila tidak bisa, maka akan terjadi ketidakmengertian dan bahkan kesalahpahaman.[2]
Di samping kekurangan media audio juga memliki kelebihan, adapun kelebihan-kelebihannya sebagai berikut:
a.  Mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu dan memungkinkan menjangkau sasaran yang luas.
b. Mampu membangkitkan system dalam imajinasi.
c. Mampu memusatkan perhatian siswa pada penggunaan kata-kata, bunyi, dan arti dari kata itu.
d. Mampu mempengaruhi suasana dan prilaku siswa melalui musik latar dan efek suara.
e. Sangat tepat / cocok untuk mengajarkan musik dan bahasa; laboratorium bahasa tidak lepas dari media ini terutama untuk melatih listening (pendengaran).[3]

B.       Pengenalan Aplikasi Komputer dalam Bidang Pengembangan Media Grafis
Webseter mendefinisikan grpichs sebagai seni atau ilmu menggambar, terutama penggambaran mekanik. Dalam pengertian media visual, istilah grapich atau garphics adalah material yang mempunyai arti yang luas, bukan hanhya sekedar menggambar. Dalam bahasa Yunani, Graphikos mengandung pengertian melukiskan atau menggambarkan garis-garis. Sebagai kata sifat, graphics diartikan sebagai penjelasan yang hidup, uraian yang kuat, atau penyajian yang efektif.
Adapun jenis-jenis dari media grafis, di antaranya:
a.    Bagan
Istilah Bagan meliputi berbagai jenis presentasi grafis seperti peta, grafik, lukisan, diagram, poster dan bahkan kartun. Dalam hubungan ini, bagan didefinisikan sebagai kombinasi antara media grafis dan gambar foto yang dirancang untuk memvisualisasikan secara logis dan teratur mengenai fakta pokok atau gagasan. Fungsi utama dari bagan adalah menunjukkan hubungan, perbandingan, jumlah relative, perkembangan, proses, klasifikasi dan organisasi.[4]
b.    Diagram
Suatu gambaran sederhana yang dirancang untuk memperlihatkan hubungan timbal balik terutama dengan garis-garis. Bahkan diagram lebih unggul daripada bagan. Diagram yang baik adalah sangat sederhana yakni hanya bagian-bagian terpenting saja yang diperlihatkan. Diagram hanya terdiri dari sebuah garis.[5]
c.    Grafik
Didefinisikan sebagai penyajian data berangka. Suatu table gambar dapat mempunyai nilai informasi yang sangat berfaedah, namun grafik dari data yang sama menggambarkan intisari informasi sekilas akan lebih efektif.Grafik merupakan keterpaduan menarik dari sejumlah data tabulasi data yang tersusun dengan baik. Misalnya untuk laju pertumbuhan siswa setiap tahun di sekolah tertentu dapat dibuat suatu grafik yang menggarkan jumlah siswa baru yang diterima di sekolah tersebut pada tiap tahun.[6]
d.   Poster
Poster harus memiliki daya tarik pandang yang kuat jika ingin menarik perhatian dan mempunyai pengaruh cukup kuat dalam menyampaikan pesan. Dengan demikian definisi poster adalah kombinasi visual dari rancangan yang kuat,dengan warna,dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti dalam pengertiannya.[7]
e.    Kartun
Kartun adalah penggambaran dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang orang, gagasan atau situasi yang di desain untuk mempengaruhi opini masyarakat. Kartun sebagai alat bantu mempunyai manfaat penting dalam pengajaran, terutama dalam menjelaskan rangkaian isi bahan dalam satu urutan logis atau mengandung makna.[8]

C.       Pengenalan Aplikasi Komputer dalam Bidang Pengembangan Media Video
Video berasal dari bahasa Latin, video-vidi-visum yang artinya melihat (mempunyai daya penglihatan); dapat melihat. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995: 1119) video diartikan sebagai:
1.    Bagian yang memancarkan gambar pada pesawat televisi
2.    Rekaman gambar hidup untuk ditayangkan pada pesawat televisi.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa video itu berkenaan dengan apa yang dapat dilihat, utamanya adalah gambar hidup (bergerak; motion), proses perekamannya, dan penayangannya yang tentunya melibatkan teknologi. Jadi media video merupakan media penyampai pesan yang berbentuk media pandang-dengar yang dilengkapi fungsi peralatan suara dan gambar dalam satu unit.

Pada dasarnya terdapat dua jenis video dalam layer computer, yaitu :
1.      Video Analog
Yang merupakan produk dari industri pertelevisian dan oleh sebab itu dijadikan sebagai standar televise
2.      Video Digital adalah produk dari industri computer dan oleh sebab itu dijadikan standar data digital[9]
Dengan adanya komputer saat ini dalam proses pembuatan video atau film sudah semakin canggih serta tidak kaku seperti dahulu, karena dengan adanya teknologi komputer dalam pembuatan video dapat ditambahkan atau diedit dengan plugin-plugin yang ada untuk menghasilkan efek atau pencitraan yang lebih maksimal. Berikut ini software yang biasa dipergunakan untuk mengedit video, yaitu:
1. Adobe Premiere Pro 1.5, software ini merupakan software utama, dimana semua potongan-potongan video disatukan disini.
2.  Ulead Video Studio 9, untuk membuat animasi, biasanya yang saya pergunakan adalah efek animasi album. Kemudian hasilnya diekspor ke format avi dan disatukan di Premiere. Saat ini sudah ada Ulead Video Studio yang versi 10.
3. Pinnacle Hollywood FX 4.6, Plugin efek-efek Pinnacle untuk Adobe Premiere. Agak monoton dan jadul memang efek-efeknya, tapi kalau digabung dengan efek-efek lain bisa didapat hasil yang lumayan.
4. Burger Plug In, Plug in efek-efek transisi yng cukup menarik untuk Adobe Premiere. Biasanya yang saya pergunakan adalah efek seperti blitz kamera untuk seolah-olah mengambil foto.
5. TMPGEnc, Software untuk membuat mpg dengan hasil yg lebih bagus daripada langsung dari Adobe Premiere.
6. Frame Server, sebuah software untuk bisa merender langsung dari Adobe Premiere ke TMPG Enc tanpa harus merender dahulu menjadi avi.
7. Xara 3D dan Bluff Titler, untuk membuat animasi title.

Dengan software-software tersebut cukup untuk mengedit video. Tinggal dituntut kesabaran dan kreatifitas dalam menyusun potongan-potongan video sehingga menjadi sebuah karya yang bagus. 

D.       Pengenalan Aplikasi Komputer dalam Bidang Pengembangan Komputer Dakwah
Dakwah dapat diartikan sebagai penyiaran, propaganda, seruan untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran agama. Dakwah juga berarti suatu proses atau upaya untuk mengubah suatu situasi kepada situasi lain yang lebih baik sesuai ajaran Islam atau proses mengajak manusia ke jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu agama Islam. Media pengembangan  computer  dalam pembelajaran dakwah adalah suatu pnerapan da pemanfataan hasil teknologi modern,yang mana dengan pemanfaatan hasil yang teknologi itu diharapkan seluruh akivitas dakwah dapat mencapai sasaran (tujuan) yang lebih optimal baik kuantitatif maupun kualitatif.
Media dakwah dengan computer ini sangat banyak memperolah kehebatan di banding media-media dakwah lainnya,sebagian kehebatannnya antra lain computer dapat dilihat dan di dengar oleh seluruh penjuru dunia,sedangkan mubalighnya hanya pada pusat pemberitaan (studio) saja. Meskipun kehebatan media computer itu sangat menonjol, bukan berarti computer itu paling baik untuk dijadikan media dakwah.sebab seperti media-media yang lain mempunyai kelemahan diantaranya:
1.        Sukar di jangkau oleh masyarakat ,karena computer relative mahal harganyadi di banding dengan lainnya.
2.        Terlalu peka akan gangguan sekitar,bersifat alami maupun teknis.[10]
Dakwah di zaman yang serba modern dan canggih sekarang ini memerlukan metode yang canggih dan modern pula, sebab jika tidak ada keseimbangan/kesesuaian antara metode dakwah dan kondisi  zaman, maka materi dakwah yang disampaikan bisa jadi tidak akan sampai  pada sasaran dakwah atau tidak sesuai dengan target dakwah. Sekarang ini kita hidup di era yang disebut dengan era persaingan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
 Sarana dan media dakwah yang digunakan oleh umat untuk menyeru kepada dinullah ini senantiasa juga berkembang sesuai dengan perkembangan kemajuan ilmu dan teknologi, mulai dari seruan langsung dari da’i kepada mad’u, melalui surat menyurat, media perdagangan, melalui media cetak dan elektronik, buku, kaset dan berbagai media yang lainnya. Teknologi ini merupakan sarana penting untuk transformasi sebuah masyarakat menjadi masyarakat yang lebih maju. Teknologi informasi mampu mempengaruhi pola hidup dan perilaku sebuah masyarakat.
Pada dasarnya ada 2 peranan utama penggunaan Teknologi Informasi dalam kegiatan belajar mengajar, termasuk dalam kegiatan dakwah, yaitu :
1.    Sebagai sumber belajar 
Dengan menggunakan Teknologi Informasi, khususnya internet, kita dapat memperoleh jutaan bahkan miyaran sumber ilmu pengetahuan yang kita butuhkan.
2.    Sebagai media pembelajaran
Teknologi Informasi juga dapat dijadikan media atau sarana untuk berkumunikasi antara seseorang dengan orang lain, antara guru dengan murid, antara penjual dan pembeli, termasuk juga bagi para da’i dengan mad’u.
Berikut ini beberapa implementasi Teknologi Informasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan dakwah saat ini :
a.    Internet
Keberadaan internet sebagai sebuah jaringan raksasa yang menghubungkan berjuta-juta komputer di dunia tidak saja sekedar berfungsi sebagai media tukar menukar informasi secara cepat dan murah semata, namun telah menjadi sebuah gudang pengetahuan yang tak ternilai harganya. Dengan berkembangnya kuantitas pemakai komputer dan meningkatnya jumlah pengguna internet, maka nilai manfaat dari internet sebagai pusat ilmu pengetahuan pun bertambah secara eksponensial.
b.    Pemanfaatan  software-software aplikasi yang islami
Saat ini telah banyak dikembangkan software aplikasi yang memberikan kemudahan dalam melakukan kegiatan dakwah. Hal lain yang bisa kita manfaatkan adalah dalam hal efisiensi. Coba kita pikirkan, jika secara fisik kitab-kitab hadits yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan itu, dengan kemajuan Teknologi Informasi cukup disimpan dalam sebuah komputer/flashdisk yang mudah dibawa dan dibaca dimanapun.
c.    Pemanfaatan digitasi materi
Dengan melakukan digitasi teks telah banyak tersedia buku-buku elektronik (e-books) yang dapat kita nikmati baik buku-buku tafsir, tarikh, kitab-kitab hadits, kitab-kitab fiqih dan lain-lain.  Materi-materi brosur yang diterbitkan oleh Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) juga telah dapat diakses dimanapun lokasi yang tersambung inernet. Bahkan telah banyak usaha untuk mengumpulkan dan mendigitasi brosur-brosur lama dan disajikan lebih menarik dan mudah dengan format chm. Banyak kitab-kitab yang muktabar seperti Riyadushalihin, Bulughul Marom dan lain-lain juga telah dapat kita peroleh dalam versi digital.
d.   Pemanfaatan VCD dan DVD
VCD dan DVD juga telah menjadi sarana dakwah yang sangat efektif dan efisien. Rekaman kegiatan pengajian dan ceramah-ceramah para mubaligh telah banyak yang disimpan dalam VCD maupun DVD sehingga dengan mudah dapat didistribusikan ke daerah-daerah sasaran dakwah yang dekat maupun yang jauh dengan cepat. Dengan media tersebut, kita dapat belajar dan menyimak pelajaran dari para asatid di waktu lain, dengan suasana yang lebih santai beserta orang-orang yang dikasihi.
e.    Media Presentasi
Materi dakwah dapat disusun dengan lebih menarik dan lebih interaktif menggunakan media presentasi yang telah banyak tersedia, misalnya power point. Dengan media presentasi tersebut seorang da’i dapat menyampaikan materi dakwah baik berupa teks, gambar bahkan video dalam suatu kesatuan yang lebih menarik. Juga dapat menghadirkan ke dalam suatu majlis hal-hal yng secara fisik tidak mungkin didihadirkan. Ketika membahas kekuasaan Allah yang Maha Dahsyat, dapat ditunjukkan gambar-gambar ataupun film tentang letusan gunung, tsunami, kebakaran, gempa bumi dan lain-lain yang semanya juga sudah tersedia din internet. Untuk memanfaatkan media presentasi ini para da’i dituntut memiliki kreatifitas yang tinggi, sehingga menghasilkan produk-produk presentasi yang menarik dan tidak membosankan.[11]

E.        Pengenalan Aplikasi Komputer dalam Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi
Perkembangan teknologi sekarang ini telah banyak menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Banyak hal dari sektor kehidupan yang telah menggunakan keberadaan dari teknologi itu sendiri. Kehadirannya telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Demikian halnya dengan teknologi komunikasi yang merupakan peralatan perangkat keras dalam struktur organisasi yang mengandung nilai sosial yang memungkinkan individu untuk mengumpulkan, memproses dan saling tukar informasi (menurut Rogers,1986). Keadaan yang demikian, dimana sebuah teknologi mampu merubah sesuatu yang belum tentu dapat dilakukan menjadi sebuah kenyataan. Misalnya, kalau dahulu orang tidak dapat berbicara dengan orang lain yang berada di suatu tempat yang berjarak jauh, maka setelah adanya telepon orang dapat berbicara tanpa batas dan jarak waktu. Dari sinilah, semula dengan ditemukannya berbagai perangkat sederhana, mulai dari telepon, yang berbasis analog, maju dan berkembang terus hingga muncul berbagai perangkat elektronik lainnya. Hingga akhirnya teknologi ini berintegrasi satu dengan lainnya. Teknologi komunikasi yang telah ada merupakan sebuah jawaban dari adanya perkembangan zaman. Hal ini terjadi karena semakin berkembang maju sebuah peradaban manusia maka teknologi pun akan terus mengalami perkembangan untuk menyelaraskan pola peradaban itu sendiri.[12]
Istilah teknologi informasi mulai populer di akhir tahun 70-an. Pada masa sebelumnya istilah teknologi informasi biasa disebut teknologi komputer atau pengolahan data elektronis (electronic data processing). Teknologi informasi didefinisikan sebagai teknologi pengolahan dan penyebaran data menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), komputer, komunikasi, dan elektronik digital. Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan elemen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas utama bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan dimana memberikan andil besar terhadap perubahan – perubahan yang mendasar pada struktur operasi dan manajemen organisasi, pendidikan, transportasi, kesehatan dan penelitian. Oleh karena itu sangatlah penting peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) TIK, mulai dari keterampilan dan pengetahuan, perencanaan, pengoperasian, perawatan dan pengawasan, serta peningkatan kemampuan TIK para pimpinan di lembaga pemerintahan, pendidikan, perusahaan, UKM (usaha kecil menengah) dan LSM. Sehingga pada akhirnya akan dihasilkan output yang sangat bermanfaat baik bagi manusia sebagai individu itu sendiri maupun bagi semua sektor kehidupan.

IV.   KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan Teknologi sekarang kian mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam segala aspek kehidupan umat manusia. Begitupun juga ketika kita membicarakan mengenai teknologi komunikasi, maka ini juga telah mengalami perkembangan. Sedangkan teknologi komunikasi itu sendiri menurut Rogers,1986 adalah peralatan perangkat keras dalam struktur organisasi yang mengandung nilai sosial yang memungkinkan individu untuk mengumpulkan, memproses dan saling tukar informasi. Dari yang dahulu pada zaman primif bentuk komunikasinya masih sangat sederhana, kemudian berkembang dan terus berkembang hingga akhirnya sampailah pada era digital seperti sekarang ini. Dari hal tersebut juga dipaparkan bahwa terdapat tiga macam peradaban menurut Alvin Toffler yakni, zaman pertanian, zaman industri dan yang terakhir zaman informasi (dikutip dari Teknologi Komunikasi dalam Perspektif Latar Belakang & Perkembangannya, Zulkarimein Nasution). Teknologi komunikasi dalam bidang pendidikan sendiri kini juga mengalami perubahan yang sangat luar biasa dimana dengan adanya teknologi komunikasi yang canggih telah membawa banyak sekali dampak yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan itu sendiri. Dapat dilihat perkembangan tersebut diantaranya yakni sistem pembelajaran yang bersifat e-learning, serta hal lain yang bersifat teknis misal dengan adanya komputer, maka memberikan kemudahan pihak instansi pendidikan dalam pendataan dan lain sebagainya.
Lebih dari itu semua, perkembangan teknologi komunikasi sendiri pada hakekatnya tetap membawa berbagai dampak yang sangat luas, baik dampak positif maupun dampak negatif. Ketika dampak positif yang lebih berperan, maka akan sangat memberikan manfaat dalam kehidupan. Diantaranya menjadikan pekerjaan menjadi sangat mudah. Sebaliknya, ketika perkembangan teknologi komunikasi tersebut lebih menampilkan dampak negatifnya, maka akan muncul masalah baru diantaranya cyber crime dan lain sebagainya. Untuk itu setiap pengguna teknologi haruslah mempunyai sikap yang kritis serta skeptis terhadap teknologi komunikasi.

V.      PENUTUP
Demikian makalah ini kami tulis, semoga isi dari makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Karenanya, saran dan kritikan yang sifatnya membangun, sangat penulis harapkan dari semua pihak.












DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Rivai, Nana Sudjana. Media Pengajaran (Penggunaan dan Pembuatannya). Bandung:CV Sinar Baru. 1991
wandhaayuperdana.blog.com/2013/01/15/makalah-konsep-dasar-video/.
Asmuni Syuki. Dasar-dasar Strategi Dakwah Islam. Surabaya:AL-IKHLAS. 1983
Thyamuthya94.blogspot.com/2013/11/dampak-perkembangan-iptek-dalam-bidang.html
           



[1] Nana Sudjana, Ahmad Rivai. Media Pengajaran (Penggunaan dan Pembuatannya). Bandung:CV Sinar Baru. 1991. Hal  129
[2]Ibid. Nana Sudjana, Ahmad Rivai. Hal 131
[3]http://alfiyah90.wordpress.com/2012/04/01/media-audio-4/.(Diakses pada tanggal 19 September 2014, pukul 19:15)
[4]Op cit. Nana Sudjana, Ahmad Rivai. Hal 27
[5]Ibid.Nana Sudjana, Ahmad Rivai. Hal 33
[6]Ibid. Nana Sudjana, Ahmad Rivai. Hal 39
[7]Ibid.Nana Sudjana, Ahmad Rivai. Hal 51
[8]Ibid.Nana Sudjana, Ahmad Rivai. Hal 58
[9] wandhaayuperdana.blog.com/2013/01/15/makalah-konsep-dasar-video/. (Diakses pada tanggal 21 september 2014, Pukul 11:10)
[10] Asmuni Syuki. Dasar-dasar Strategi Dakwah Islam. Surabaya:AL-IKHLAS. 1983. hal 177
[12] Thyamuthya94.blogspot.com/2013/11/dampak-perkembangan-iptek-dalam-bidang.html.( Diakses pada tanggal 21 September 2014, pukul 10:15)